Persiapan Seminar Nasional Dan RAKERDA

RAKERDA PAFI NTB - 3 Desember 2017

Persiapan Seminar Nasional Dan RAKERDA

RAKERDA PAFI NTB - 3 Desember 2017

Persiapan Seminar Nasional Dan RAKERDA

RAKERDA PAFI NTB - 3 Desember 2017

Persiapan Seminar Nasional Dan RAKERDA

RAKERDA PAFI NTB - 3 Desember 2017

Persiapan Seminar Nasional Dan RAKERDA

RAKERDA PAFI NTB - 3 Desember 2017

Kamis, 07 Desember 2017

Penandatangan Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Obat Illegal dan Penyalah gunaan Obat

Penandatangan Komitmen Bersama dalam Pemberantasan Obat Illegal dan Penyalah gunaan Obat

Bersama PEMERINTAH PROVINSI NTB, DINAS KESEHATAN PROVINSI NTB, BBPOM MATARAM, BNN PROVINSI NTB, PAFI NTB, IAI NTB, PRODI D3 FARMASI Universitas Muhammadiyah Mataram, PRODI D3 FARMASI UNIVERSITAS NAHDLATUL WATHAN MATARAM, PRODI D3 FARMADI STIKES QOMARUL HUDA BAGU
DENGAN KOMITMEN DAN TEKAD BERSAMA MENJADIKAN TENAGA KESEHATAN YANG LEBIH BERMANFAAT UNTUK MASYARAKAT.



Jumat, 28 Juni 2013

Migrain

Menurut definisi klinis, Migrain merupakan gangguan neutologik paroksismal, dengan gejala berupa serangan nyeri kepala spontan / dicetuskan secara spisodik yang disertai gangguan fisik seperti mual, muntah dan lebih sensitive terhadap suara, cahaya dan bau-bauan.

Menurut data Health Journal, jumlah penderita migrain pada wanita 3 kali lebih banyak dibanding pria dan paling banyak terjadi setelah mengalami pubertas.

Gejala khas Migrain adalah nyeri kepala sebelah, berdenyut, bertambah dengan aktivitas yang berlangsung sampai beberapa jam / hari. Meski sering dirasakan disalah satu sisi kepala, namun nyeri bisa berpindah / mengenai kedua sisi sekaligus.

Kalangan medis sering memakai criteria diagnosis menurut HIS (International Headache Society), yaitu seseorang disebut migrain jika :
• Terdapat minimal 5X serangan yang memenuhi criteria B-D
• Nyeri kepala menyerang selama 4-72 jam
• Nyeri kepala dengan diikuti minimal 2 dari gejala nyeri kepala sebelah, berdenyut bertambah akibat aktifitas fisik
• Selama nyeri kepala diikuti rasa mual yang terkadang diikuti muntah
• Sensitif terhadap sinar / suara

PENYEBAB MIGRAIN

Meski belum diketahui jelas penyebabnya, migrain diperkirakan terjadi akibat adanya hiperaktivitas impuls listrik otak yang meningkatkan aliran darah diotak dan mengakibatkan terjadinya pelebaran pembuluh darah otak serta proses inflamasi (peradangan) yang menyebabkan timbulnya nyeri dan gejala lain.

Kemungkinan lain adalah gara-gara gangguan fungsi peredaran darah pada otak. Timbulnya gejala yang mendahului keluhan migrain kemungkinan disebabkan adanya penyempitan pembuluh darah diotak. Sedang keluhan sakit kepala yang menyertai migrain terjadi akibat melebarnya pembuluh nadi kulit kepala.

FAKTOR PENCETUS

• Terlalu banyak tidur / kurang tidur
• Lapar / telat makan
• Faktor emosi seperti stress / ansietas (cemas), tertekan, takut, khawatir, dll
• Hormonal seperti menstruasi
• Obat-obatan seperti pil KB, obat yang mengandung estrogen
• Merokok
• Cahaya terang
• Trauma pada kepala
• Perubahan cuaca
• Makanan seperti coklat, susu padat lemak,  keju, ikan dalam kaleng, pengawet, dll
• Minuman seperti alkohol dan kafein
• Kerja fisik berlebihan

PENANGANAN MIGRAIN
 
Terapi Abortif bertujuan meredakan nyeri kepala pada saat gangguan menyerang, sedangakan terapi preventif bertujuan mencegah agar frekuensi, lama dan intensitas serangan berkurang berupa obat dan non obat.

Sumber : http://savierfarmasi.com

Gejala dan Pencegahan Penyakit Flu Perut

Flu perut atau muntaber merupakan suatu jenis infeksi pada sistem pencernaan, terutama usus dan lambung. Flu perut disebut juga gastroenteritis. Penyakit ini dapat disebabkan oleh bakteri parasit atau infeksi virus yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi.

Penyakit ini juga dapat disebabkan oleh racun tertentu yang terkandung di dalam beberapa makanan laut. Selain itu, penyakit ini dapat disebabkan karena penggunaan obat pencahar yang kuat untuk mengatasi sembelit.

Gejala muntaber ditandai dengan muntah, diare dan bahkan demam yang disertai dengan dehidrasi. Awal gejala muntaber ditandai dengan rasa sakit dan kram pada perut.

Penderita muntaber harus diberikan minum secara teratur untuk menekan gejala dehidrasi. Minum air putih biasa tidak cukup untuk penderita muntaber. Minuman untuk penderita muntaber harus mempunyai kombinasi yang cocok antara gula, garam dan air. Minuman seperti ini bisa didapatkan di toko obat. Risiko terbesar pada muntaber adalah ketika tubuh kekurangan air dan garam. Bukan hanya memperburuk keadaan, tetapi dapat menyebabkan kematian bila penderita tidak segera ditolong.

Penderita muntaber tidak dianjurkan untuk memakan makanan yang pedas atau manis. Selain itu, makan gorengan juga tidak baik untuk penderita muntaber. Bila tubuh kekurangan cairan, penderita bisa menunjukkan gejala-gejala seperti mulut kering, pola tidur yang tidak seperti biasanya, rasa haus yang kuat dan penurunan urin.

Cara meringankan penyakit muntaber adalah dengan memperbanyak istirahat hingga muntah dan daire berhenti. Bila dalam waktu 24 jam muntah dan diare belum juga berhenti, penderita harus dibawa ke dokter untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Setelah meneliti feses dan uji darah penderita, dokter memberi resep antibiotik jika didiagnosa terdapat infeksi. Selain itu, obat anti mual juga diberikan kepada penderita. Jika penderita telah banyak kehilangan cairan tubuh, penderita dapat dirawat ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan lanjutan.

Pencegahan secara tuntas dari masalah muntaber ini dengan memperbaiki lingkungan sekitar dan air minum. Biasanya muntaber terjadi oleh karena lingkungan yang tidak sehat, kotor, kumuh, lembab dan buruknya kondisi air minum yang dikonsumsi. Sementara lingkungan masih belum sehat, maka penyebarluasan metode pertolongan pertama pada muntaber ini perlu dilaksanakan dengan efektif sehingga setiap anggota masyarakat dapat melakukannya.

Apabila masyarakat tahu dan mengerti apa yang harus dilakukan dalam usaha melakukan pertolongan pertama, korban jiwa akibat serangan muntaber dapat ditekan seminimal mungkin. Oleh karena itu biasakan hidup sehat dan bersih baik lingkungan atau makanan dan minuman yang kita konsumsi.

Sumber : http://savierfarmasi.com

Pengobatan Kanker Payudara

Kanker payudara (karsinoma payudara) adalah tumor ganas yang tumbuh di jaringan payudara. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan tidak menutup kemungkinan jika terjadi pada kaum pria, hanya kasusnya sangat jarang.

Frekuensi kasus penyakit ini relatif tinggi di negara maju dan merupakan yang terbanyak diderita dari jenis kanker lainnya. Di indonesia, jenis kanker ini menempati peringkat kedua kejadian terbanyak setelah kanker serviks. Bagian payudara yang sering diserang adalah payudara bagian kiri atas (dekat lengan).

GEJALA KANKER PAYUDARA

Ada beberapa gejala kanker payudara yang dapat dilihat. Berikut adalah gejala-gejala yang dimaksud:
  • Adanya benjolan pada payudara yang dapat diraba.
  • Perubahan bentuk dan ukuran payudara.
  • Adanya luka di sekitar puting susu dan sekitarnya yang sukar sembuh.
  • Adanya cairan (darah atau nanah-berwarna kuning sampai kehijauan) yang keluar dari puting susu.
  • Perubahan pada puting susu seperti gatal, terasa terbakar, dan tertarik ke dalam (retraksi).
  • Adanya kerutan-kerutan (seperti jeruk purut) pada kulit payudara.
  • Pada stadium lanjut bisa timbul nyeri tulang, penurunan berat badan, pembengkakan lengan atau ulserasi kulit.

Segera periksakan payudara Anda ke dokter bila timbul gejala-gejala yang telah disebutkan, agar bisa segera ditangani dengan baik.

PILIHAN PENGOBATAN KANKER PAYUDARA

Pengobatan kanker payudara dapat dilakukan secara medis atau secara alami. Pengobatan medis terdiri dari pembedahan, terapi penyinaran, kemoterapi dan obat penghambat hormon. Terapi penyinaran digunakan untuk membunuh sel-sel kanker pada daerah yang terkena.

Kemoterapi (kombinasi obat-obatan untuk membunuh sel-sel yang berkembangbiak dengan cepat atau menekan perkembangbiakannya) dan obat-obat penghambat hormon (obat yang mempengaruhi kerja hormon yang menyokong pertumbuhan sel kanker) digunakan untuk menekan pertumbuhan sel kanker di seluruh tubuh.

Tetapi hal tersebut dapat menimbulkan banyak efek samping negatif pada tubuh. Misalnya, kemoterapi menimbulkan efek samping berupa rentan terhadap serangan infeksi, mudah lelah, mual, rambut rontok, masalah perdarahan seperti mimisan, dan banyak efek samping lainnya.

Pada terapi hormon terdapat beberapa golongan obat yang digunakan sebagai obat kanker antara lain adalah golongan anti-estrogen yang salah satu obatnya adalah Tamoksifen.

Efek samping yang ditimbulkan antara lain rasa panas dan kemerahan pada wajah, gangguan saluran pencernaan, leukopenia & trombositopenia ringan, perdarahan vagina, gatal-gatal pada vulva/pukas (alat kelamin luar perempuan), dan ruam kulit.

Karena itu, Anda juga dapat mempertimbangkan pengobatan kanker payudara secara alami. Salah satu obat kanker alami yang dapat Anda yakini khasiatnya adalah Sarang Semut (Myrmecodia pendans) yang berasal dari belantara hutan Papua.

Kemampuan Sarang Semut secara empiris sebagai obat kanker payudara tersebut diduga kuat berkaitan dengan kandungan flavonoidnya. Ada beberapa mekanisme kerja dari flavonoid dalam melawan tumor/kanker, diantaranya:
  • Inaktivasi karsinogen
    Menonaktifkan zat aktif yang menjadi penyebab kanker.
  • Anti-proliferasi
    Menghambat proses perbanyakan sel abnormal pada kanker.
  • Penghambatan siklus sel
    Pada kanker, terjadi kegagalan pengendalian dalam siklus pembelahan sel. Dimana sel mengalami pembelahan secara cepat dan terus menerus. Flavonoid bekerja dengan menghambat siklus pembelahan sel yang abnormal (kanker) tersebut.
  • Induksi apoptosis dan diferensiasi
    Merangsang proses bunuh diri sel kanker.
  • Inhibisi angiogenesis
    Menghambat pembentukan pembuluh darah baru pada sel kanker yang berperan dalam menyediakan makanan/nutrisi bagi perkembangan sel kanker. Jika sel kanker tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sel kanker akan mati.
  • Pembalikan resistensi multi-obat
    Flavonoid membantu tubuh terhindar dari resistensi/kebal terhadap obat-obat yang dikonsumsi.

Selain itu, Sarang Semut juga mengandung tokoferol. Tokoferol mirip vitamin E yang berefek antioksidan efektif. Menurut Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, Guru Besar Farmasi ITB, kandungan tokoferol dari Sarang Semut cukup tinggi.

Tokoferol berfungsi sebagai antioksidan dan anti-kanker, zat ini menangkal serangan radikal bebas dengan cara antidegeneratif. Senyawa yang kaya vitamin E itu juga berfaedah sebagai anti-penuaan. "Bila kita mengonsumsi banyak lemak dan radikal bebas, tokoferol akan mengatasinya", ujar dokter ahli nutrisi, Ahmad Sulaeman PhD.

Kabar baik tentang keampuhan Sarang Semut dalam membantu mengobati kanker rupanya tidak hanya datang dari tempat asalnya, Papua, tapi juga dari seluruh Indonesia, dan telah banyak dipublikasikan di berbagai media cetak dan elektronik.

Berikut adalah kesaksian salah seorang ibu, Meyti Ngantun yang telah memanfaatkan Sarang Semut untuk pengobatan kanker payudara dan telah merasakan khasiatnya.

Saya memeriksakan diri ke dokter internis dan divonis mengidap kanker payudara. Oleh karena berkembang dengan cepat maka dokter mengajurkan supaya segera diangkat melalui operasi. Menurut dokter, itu satu-satunya jalan untuk mengatasinya.

Suatu ketika suami saya mendapat informasi tentang Sarang Semut. Ia meminta kepada saya untuk mencoba Sarang Semut dari Wamena. Katanya herbal tersebut sangat ampuh mengobati berbagai penyakit, termasuk untuk pengobatan kanker dan tumor. Saya pun mulai mencoba meminumnya. Karena saya bertekad ingin sembuh maka saya rajin mengonsumsinya setiap sehari.

Tiga hari kemudian saya mulai merasa tidak begitu sakit lagi dan saya bertekad terus mengonsumsinya. Seminggu kemudian rasa sakit sudah sangat berkurang dan benjolannya sudah agak lembek.

Pada minggu ketiga di suatu pagi saya kaget dengan adanya cairan berwarna kekuning-kuningan keluar di atas puting saya dan cairan tersebut secara terus-menerus keluar dalam beberapa hari.

Saya masih terus mengonsumsi Sarang Semut agar bisa sembuh benar dan temyata luka lubang yang mengeluarkan cairan tersebut tertutup sendiri dan lukanya sembuh. Saya sangat lega dan bahagia karena saya sudah merasa sembuh berkat Sarang Semut.

Kesembuhan ini terasa hingga kini. Sudah beberapa tahun ini tidak ada masalah lagi hingga saya melahirkan anak kami yang kedua. Bahkan, produksi ASI saya lancar-lancar saja dan normal sebagaimana biasa.

Karena setiap hari semakin banyak saja hasil positif yang dilaporkan oleh pengguna Sarang Semut dalam mengobati berbagai penyakit seperti kanker, tumor, TBC dan sebagainya, maka secara empiris Sarang Semut  telah terbukti sebagai tanaman obat berkhasiat dan dapat digunakan sebagai obat kanker dalam pengobatan kanker payudara. Para pengguna sarang semut melaporkan bahwa mereka sudah bisa merasakan hasilnya setelah 1-2 bulan penggunaan saja.

Pernyataan-pernyataan di atas selaras dengan respon positif dari para pengguna Sarang Semut. Hal ini terlihat dari pernyataan Hendro Saputro yang telah memperkenalkan Sarang Semut sebagai tanaman obat sejak tahun 2001.

Ia mengungkapkan bahwa mereka yang mengonsumsi herbal ini banyak yang mendapatkan kesembuhan yang benar-benar tuntas, seperti pada kanker otak, kanker rahim, dan kanker prostat.

Dalam Majalah Natural, Ia berkomentar seperti berikut, "Rata-rata yang meminum rebusan Sarang Semut dan mendapatkan hasil setelah seminggu bahkan ada yang 3 hari sudah terlihat hasilnya".

Contoh nyata dari komentar tersebut telah dirasakan para pelanggan Mecodia Kapsul (Produk ekstrak Sarang Semut) yang terkena kanker, rata-rata melaporkan sudah mulai merasakan khasiat hanya setelah menggunakan selama 1-2 bulan saja!

Bahkan banyak pelanggan yang sudah menjalani pengobatan medis dengan obat-obat kimia, juga memadukannya dengan Mecodia, dan merasakan proses kesembuhan yang lebih cepat dari pada sebelumnya.

Hal ini cocok dengan komentar Dr Dewata yang dimuat di Majalah Trubus, "Pasien yang memadukan antioksidan dan obat kimia dokter lebih cepat sembuh daripada hanya menggunakan obat kimia."

Hasil yang sama juga dirasakan penderita kanker yang sudah menggunakan herbal anti kanker lainnya seperti Noni Juice dan Keladi Tikus, kemudian mengombinasikannya dengan Sarang Semut. Rata-rata menyatakan bahwa proses kesembuhan yang dirasakan berangsur-angsur lebih cepat terasa!

Berbagai penelitian dan hasil positif dari penggunaan Sarang Semut sebagai obat kanker alami, tentu saja membuat herbal Sarang Semut ini dapat dijadikan sebagai salah satu pilihan terbaik sebagai alternatif pengobatan kanker payudara, bukan hanya karena faktor ekonomis, tapi dalam beberapa kasus kesembuhan juga dapat diperoleh tanpa harus melalui proses pengobatan yang seringkali dirasa melelahkan dan menyakitkan, pembedahan, kemoterapi, dan tanpa harus mengalami berbagai efek samping negatif lainnya akibat pengobatan medis.

Sumber : http://savierfarmasi.com